fbpx

Momentum Maulid Rasulullah dan Umroh Ke Baitullah

Umat Islam begitu antusias untuk menunaikan Ibadah ke tanah suci Makkah, karena orang yang melaksanakan Haji dan Umrah adalah tamu Allah, artinya adalah hanya orang yang benar-benar mendapat Panggilan-Nya yang hanya bisa berangkat ke tanah suci, sekalipun secara materi ia kaya raya bilamana tidak “terpanggil” ia tidak mungkin ke tanah suci. Permohonan para tamu Alloh SWT di kabulkan berdasarkan hadist ‘Abdullah Ibnu ‘Umar R.A. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang yang berpengalaman di jalan Alloh, orang yang haji dan orang yang Umroh, adalah Tamu Alloh. Dia (Alloh SWT) memanggil mereka, maka merekapun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka”.

Dan balasan bagi yang melaksanakan ibadah ke tanah suci sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Umrah (yang pertama) kepada Umrah yang berikutnya sebagi kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang di lakukan diantara keduanya, dan Haji yang Mabrur tidak ada balasan baginya melainkan Surga. (Hadits Riwayat malik, al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, An Nasa’I dan Ibnu Majah). Lihat shahih at-targhiib no 1096.”

Umroh di Bulan Maulid

Beberapa bulan sebelum dan setelah ritual akbar umat Islam se-dunia yakni bulan Haji selesai, “pintu” masuk untuk gelombang jamaah Umrah ke tanah suci di tutup oleh pemerintah Saudi Arabia, kini “pintu” itu mulai di buka pada bulan Rabi’ul Awal (maulid).

Sebagian besar masyarakat kita ketika datang bulan kelahiran Nabi yakni bulan Rabiul Awal (Maulid) menyambut dengan berbagai kegiatan, masyarakat muslim kita telah akrab dengan tradisi muludan. Pada intinya perayaan maupun peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu merupakan bentuk pengungkapan kebahagiaan dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang di wujudkan dengan menyelangarakan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji dan meladani nilai-nilai luhur ajaran Nabi Muhammad SAW.

Keinginan menggebu-gebu orang-orang ke tanah suci bersamaan dengan memasuki maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi momentum bagi kebanyakaan orang-orang untuk memilih menunaikan Ibadah Umroh di bulan tersebut. Sehingga gelombang jamaah Umroh memadati dua tanah suci yakni kota Makkah dan Madinah. Bandara-bandara di banjiri oleh para calon jamaah Umroh, bahkan penyelenggara jasa pemberangkatan umroh harus mencarter pesawat untuk melancarkan pelayanan pemberangkatan dan kepulangan.

Sesungguhnya dalam Islam tidak ada keterangan yang menyebutkan keutamaan pahala maupun kelebihan menunaikan Ibadah Umroh di bulan maulid, artinya sama saja dengan menjalankan ibadah Umroh di bulan di luar bulan maulid. Kecuali bulan Ramadhan yang memang jelas-jelas pahala amal ibadah di lipat gandakan.

Baik ketika Haji maupun Umroh (meskipun diluar bulan maulid), para jamaah mendapat kesempatan mengunjungi kota Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda : “siapa saja yang datang kepadaku untuk berziarah, dan keperluannya hanya untuk berziarah kepadaku, maka Alloh SWT emmberikan jaminan agar aku menjadi orang yang member syafa’at (pertolongan) kepadanya di hari kiamat nanti” (Hadist Riwayat Daruquthni).

Dan juga yang perlu di ketahui dan di pahami adalah ritual prosesi Umroh (sebagaimana Haji) di lakukan di kota Makkah (kota kelahiran Nabi) tepatnya di Masjidil Haram bukan di laksanakan di Madinah, artinya ziarah ke makam Rasulullah SAW bukanlah bagian dalam rangkaian ibadah Umroh. Rangkaian ibadah Umroh adalah Niat Ihram, Tawaf, Sa’i dan Tahallul.

Dengan di jadikannya momentum maulid Rasulullah SAW untuk Umroh ke tanah suci, telah menjadi magnet bagi kebanyakan umat Islam, mereka berduyun duyun ke tanah suci, bagi jamaah yang lanjut usia tentu ini harus menjadi pertimbangan akan padatnya manusia di sana, maka tidak ada salahnya menunaikan ibadah Umroh di luar bulan Maulid, karena dari segi pahala juga sama namun dari segi suasana di tanah suci jauh lebih lega dan longgar dari kepadatan manusia, sehingga di harapkan bisa menunaikan ibadah Umroh dengan sempurna dan berziarah ke makam Rasulullah SAW-pun tidak terlalu berdesak-desakan.

Wallahu a’alam bisshawab..

Sumber : titik0km.com

Penulis Tinggal di PP.MHI Bangsalsari Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *